Sekilas tentang Waditra


Waditra adalah bentuk fisik alat musik tradisional yang terdapat pada seni karawitan sunda. Sedangkan dalam ilmu musik kata waditra sering ditemukan dengan nama instrumen. Waditra dikelompokkan menjadi enam rumpun, yaitu waditra berperangkat, waditra tiup, waditra gesek, waditra tepuk, waditra petik, dan waditra tatabeuhan.

Salah satu waditra berperangkat adalah gamelan. Gamelan berasal dari suku kata gamel, yang dalam bahasa jawa berarti pukul. Hal tersebut sesuai dengan cara memainkannya. Contoh jenis gamelan diantaranya adalah gamelan pelog salendro, gamelan degung, gamelan renteng, dan lain sebagainya.

Advertisements

Sekilas tentang Nemathelminthes


Cacing yang tergolong nemathelminthes tubuhnya tidak beruas-ruas dan saluran pencernaannya sempurna. Sistem sarafnya berupa cincin saraf yang mengelilingi esofagus dan dihubungkan oleh 6 serabut saraf ke bagian anterior dan posterior. Nemathelminthes hampir semuanya merugikan. Ada yang hidupnya parasit di tubuh manusia, hewan, dan ada yang hidup bebas. Perkembangbiakannya kawin/seksual. Cara membedakan jantan dari betina : pada jantan terdapat duri kecil sebagai pencengkeram hewan betina saat kawin.

Prinsip Tata Kelola IT (ISO/IEC 38500:2008)


Berikut ini adalah enam prinsip untuk tata kelola perusahaan IT yang dapat diaplikasikan pada mayoritas organisasi. Prinsip-prinsip ini menunjukkan perilaku yang disukai untuk membantu proses pengambilan keputusan. Pernyataan pada masing-masing prinsip merujuk pada apa yang seharusnya terjadi, tapi tidak mencantumkan, kapan atau oleh siapa prinsip-prinsip tersebut harus diimplementasikan.

Enam prinsip tersebut antara lain :

  1. Prinsip 1 : Responsibility
  2. Prinsip 2 : Strategi
  3. Prinsip 3 : Acquisition
  4. Prinsip 4 : Performance
  5. Prinsip 5 : Conformance
  6. Prinsip 6 : Human Behaviour

Terdapat tiga tugas utama dalam tata kelola IT untuk direksi pada standar internasional ISO/IEC 38500-2008 (Corporate Governance of Informartion and Communication Technology) :

  1. Evaluasi (Evaluate)
  2. Pengarahan (Direct)
  3. Monitoring/ pengawasan ( Monitor)

Dibawah ini akan dijelaskan tiga dari enam prinsip tersebut, yaitu Responsibility, Acquisition dan human behavior

1. Responsibility

Tahap Evaluasi

Direksi harus mengevaluasi opsi-opsi  untuk pembagian tanggungjawab dalam hal penggunaan IT pada saat ini dan di masa yang akan datang pada organisasi. Dalam opsi evaluasi, direktur harus mencari untuk menjamin penggunaan  dan pengiriman IT sehingga dapat diterima, efisien, dan efektif dalam mendukung tujuan bisnis pada masa kini dan masa yang akan datang.

Direktur harus mengevaluasi kompetensi dari mereka yang telah diberikan tanggungjawab untuk membuat keputusan berkaitan dengan IT. Umumnya, orang-orang tersebut haruslah business manager yang juga bertanggungjawab untuk tujuan bisnis dan performansi organisasi, yang didampingi oleh spesialis IT yang megerti proses dan nilai bisnis.

 

Tahap pengarahan

Direktur harus menunjukkan bahwa rencana-rencana dapat dilakukan berdasarkan pada tanggungjawab IT yang telah ditetapkan.

Direktur harus mengatur bahwa mereka menerima informasi yang dibutuhkan untuk melakukan tanggungjawab dan akuntabilitasnya.

2. Acquisition

Pengadaan IT digunakan untuk alasan yang valid, dengan dasar analisis yang sedang berjalan dan sesuai, dengan pengambilan keputusan yang bersih dan transparan. Ada keseimbangan yang pantas antara keuntungan, kesempatan, biaya, dan resiko baik dalam jangka waktu yang panjang maupun jangka waktu yang pendek.

 

Pengadaan dari sumber daya IT harus dipertimbangkan sebagai bagian dari perubahan bisnis IT saat ini yang lebih luas. Teknologi yang diperoleh harus juga didukung dan dioperasikan di dalam proses bisnis serta infrastruktur IT yang direncanakan dan telah ada sebelumnya.

Implementasi tidak hanya persoalan teknologi saja, melainkan penggabungan dari perubahan organisasional, proses bisnis yang diperbaiki, pelatihan dan pelaksanaan perubahan. Proyek IT harus dianggap sebagai bagian dari program-program perubahan besar enterprise yang lebih luas, yang menyertakan proyek lainnya untuk mencapai sepenuhnya kegiatan yang dibutuhkan dengan tujuan menjamin hasil yang sukses.

 

Tahap Evaluasi

Direksi harus mengevaluasi opsi untuk pengadaan IT untuk merealisasikan proposal yang diterima, menyeimbangkan resiko dan nilai untuk dana yang diajukan untuk investasi.

 

Tahap Pengarahan

Direksi harus mengatur bahwa aset-aset IT (sistem dan infrastruktur) dapat diperoleh dengan cara yang sesuai, termasuk persiapan dokumentasi yang cocok, dengan menjamin bahwa kapabilitas yang dibutuhkan tersedia.

Direksi harus mengatur bahwa pengaturan supply (termasuk pengaturan supply internal dan eksternal) mendukung kebutuhan bisnis dari organisasi.

 

Tahap monitoring

Direksi harus memonitor investasi IT untuk menjamin bahwa mereka menyediakan keperluan yang dibutuhkan.

Direksi harus memantau sejauh mana organisasi mereka dan pemasok menjaga pemahaman bersama tentang maksud organisasi dalam membuat setiap pengadaan IT.

3. Human Behaviour

Peraturan, praktik, dan keputusan dalam bidang IT menunjukkan penghargaan untuk perilaku manusia, termasuk kebutuhan saat ini dan yang sedang berkembang dari seluruh ‘orang yang ada di dalam proses’.

 

Pengimplementasian dari perubahan IT manapun yang ada, termasuk IT governance itu sendiri, biasanya membutuhkan perubahan perilaku dan kultural yang signifikan dalam enterprise sekaligus juga dengan pelanggan dan partner bisnisnya. Direksi harus secara jelas mengkomunikasikan tujuan, menyediakan pelatihan personil dan peningkatan skill, dan dipandang secara positif mendukung perubahan yang diajukan.

 

Tahap Evaluasi

Direksi harus mengevaluasi aktivitas IT untuk menjamin bahwa perilaku manusianya teridentifikasi dan dipertimbangkan secara pantas.

 

Tahap Pengarahan

Direksi mengatur bahwa aktivitas IT konsisten dengan perilaku manusia yang telah teridentifikasi.

Direksi harus mengatur bahwa resiko, kesempatan, masalah, dan kekhawatiran dapat diidentifikasi dan dilaporkan oleh siapapun pada waktu kapanpun. Resiko-resiko ini harus diatur dalam suatu urutan dengan aturan yang dipublikasikan dan prosedur serta eskalasi untuk pembuat keputusan yang relevan.

 

Tahap Monitoring

Direksi harus memonitor aktivitas IT untuk menjamin bahwa perilaku manusia yang telah teridentifikasi tetap relevan dan perhatian yang benar telah diberikan untuk hal tersebut.

Direksi harus memonitor praktik kerja untuk menjamin bahwa mereka konsisten dengan penggunaan IT yang pantas.

 

 

Sumber :

 

  1. International Standard ISO/IEC 38500 First Edition 2008-06-01, Corporate Governance of Information Technology.
  2. Excerpt ITGI Enables ISO/IEC 38500:2008 Adoption
  3. http://www.hypogeal.com/capabilities-2/it-governance/

 

Enterprise


Berikut ini adalah arti dari kata ‘Enterprise’ menurut beberapa sumber :

  1. Sebuah Enterprise adalah sebuah organisasi yang menggunakan computer (source : whatis.com)
  2. Enterprise adalah sebuah aktivitas / kegiatan yang menghasilkan layanan atau produk. Ada 2 jenis enterprise yaitu :
    1. Bisnis enterprise, yang bertujuan untuk membuat keuntungan bagi individu pribadi atau kelompok tertentu. Dalam hal ini termasuk, bisnis kecil.
    2. Social Enterprise, yang bertujuan untuk menyediakan layanan untuk individu / grup dalam sebuah komunitas

(sumber : myfuture.edu.au)

3. Enterprise adalah sebuah system dari manusia, peralatan, material, data,kebijakan, dan prosedur yang muncul untuk    menyediakan sebuah produk atau pelayanan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

 

 

a/n : Will edit later, ^^

[Review Buku ] Angel & Demon – Dan Brown


Judul           : Angel vs Demon

Pengarang : Dan Brown

Penerbit     : PT. Serambi Ilmu Semesta

Tebal            : 680 halaman

Berawal dari Robert Langdon yang tiba-tiba dikirimi sebuah fax berisi gambar yang sangat mengejutkan, foto seorang mayat yang dibunuh dengan sedemikian rupa dan dicap dengan sebuah lambing dari kelompok persaudaraan yang, diyakini para ilmuwan, telah lama mati, Illuminati.

Robert Langdon kemudian terbang menemui sang pengirim faks misterius tersebut yang ternyata merupakan seorang kepala institusi penelitian di Swiss ( CERN ). Robert Langdon kemudian ‘dipaksa’ untuk mencari tahu pelaku pembunuhan tersebut tanpa melibatkan peran serta dari pihak berwajib. Langdon kemudian dipertemukan dengan si anak angkat perempuan dari orang yang tewas tersebut yang ternyata adalah salah satu ilmuwan di CERN yang menguasai sebuah bidang keilmuwan fisika teologi, dimana bidang tersebut mengembangkan dan mengolah ilmu fisika sedemikian mungkin untuk menguatkan keberadaan Tuhan sebagai pusat dari segala kejadian alam semesta ini. Continue reading

[Review Buku] The Davinci Code


Judul Buku     :           The Davinci Code

Pengarang     :           Dan Brown

Penerbit        :           PT.Serambi Ilmu Semesta

Tebal            :           624 halaman

Berawal dari ditemukannya mayat seorang kurator ternama di sebuah museum terkenal di Paris yang terkenal dengan piramida Kacanya, Louvre, Robert Landon tiba-tiba dikaitkan dengan kematian tersebut, lebih tepatnya Robert Landon adalah tersangka kuat pembunuh kurator tersebut karena namanya ditemukan dalam pesan terakhir yang ditulis oleh kurator tersebut sebelum kematian menjemputnya.

Dalam kebingungannya akan interograsi yang dilakukan polisi Prancis Fache, terkait kasus tersebut, Langdon ternyata bertemu dengan Sophie, yang ternyata adalah cucu dari kurator tewas tersebut yang bekerja di bagian kriptografi DCPJ. Sophie yang mengetahui bahwa Langdon sedang dalam pengawasan ketat terkait peristiwa tersebut, akhirnya membantu Langdon melarikan diri sambil bersama-sama berjuang untuk memecahkan kode yang ditinggalkan kakeknya sebelum kematiannya.

Kode itu ternyata membawa mereka ke sebuah pencarian besar yang berhubungan dengan lukisan besar controversial karya Da vinci, monalisa, dan siapa yang menyangka ternyata pencarian itu ternyata terkait dengan sebuah rahasia mengenai Holy Grail (cawan suci), sebuah objek sakral dalam tradisi Kristen.

 

[Review Buku] Perahu Kertas – Dee Lestari


Judul Buku                          : Perahu Kertas

Pengarang                          : Dee/ Dewi Lestari

Penerbit                              : Bentang Pustaka, Truedee Pustaka Sejati

Tebal Halaman                  : 444 halaman

Tahun terbit                       :2009

Suka dengan cerita romance ? Suka baca komik sejenis shoujo manga yang bikin hati flutter-flutter atau bikin squealing kyaa…kyaaaa. Buku ini recommended deh kalau begitu. Continue reading