[Fiction Story] Calling To The Sky



Ahn Yu Ra memilih sebuah nama dari handphonenya lalu menekan tombol panggil.
Calling oppa.
“oppa..” suara yura pelan terdengar
“oppa..” kali ini suara isakannya mulai terdengar. Airmata mengalir dari kedua matanya ke pipinya.
“oppa..mianhaeyo..aku mengganggumu lagi..”
“oppa..tidak ada satu orang pun yang menyayangiku..” suara isakan terus terdengar di setiap kata-kata yang diucapkan yura
“oppa..waeyo?” tangannya kini mulai brgetar, masih brsamaan dengan air mata yang terus mengalir dari kedua matanya.
“oppa..kenapa? kenapa tidak ada satupun yang menyayangiku ? “
“oppa..padahal semua orang punya orang yang menyukainya, melindunginya..”
“oppa..kenapa aku tidak punya orang seperti itu oppa?”
“oppa..kapan kau akan datang kesini?”
“oppa, kapan aku bisa bertemu denganmu?”
“oppa..”tangan yura berusaha menghapus aliran airmata dipipinya, tapi masih saja belum bisa berhenti.
“oppa..aku begitu pengecut, aku bahkan tidak ingat sejak kapan aku menjadi begitu pecundang seperti ini..” Kali ini dalam tangisannya, yura sempat mengeluarkan evil smirknya, seakan menertawakan kebodohannya.
“oppa..aku benar-benar membutuhkan seseorang untuk mendukungku..”
“oppa..bukankah..dalam drama..dalam cerita..seburuk apapun karakter tokoh utamanya, sepenakut apapun dia, sekelam apapun masa lalunya, selemah apapun dan sesakit apapun keadaannya, akan selalu ada yang melindunginya? Mendukungnya disaat dia susah, membuatnya tersenyum setelah dia puas menangis di bahunya? Menggenggam tangannya saat tangan itu gemetar karena ketakutan? Tersenyum lembut padanya saat suasana hatinya sedang memburuk ?memaafkannya saat dia tidak sengaja mengeluarkan emosinya dan menyesal setelahnya? Membantunya saat ia kesusahan?”
“oppa..”
“oppa..apa semua itu benar-benar tidak pernah ada di dunia ini? Semua itu.. tidak pernah akan bisa menjadi kenyataan ? atau semua itu hanya tidak akan terjadi padaku saja?
“oppa..kau tau? Dulu aku bisa tersenyum jauh lebih banyak dan lebih tulus dari saat ini..”
“lalu, oppa..kenapa, kenapa sekarang bahkan mencari hal yang benar-benar bisa membuatku tersenyum tulus saja begitu sulit?”
“oppa..kenapa semua teman-temanku tidak pernah bisa lama berada di sampingku ?”
“oppa..katakan padaku..apa aku begitu menyebalkan ? apa aku begitu tidak menyenangkan untuk orang lain ? apa karakterku begitu buruknya?”
“oppa..kalau aku memang begitu buruknya, kenapa tidak ada satupun yang memberitahu kesalahanku? Biar mereka membentakku, memarahiku, asala mereka menunjukkan dimana salahku, jadi aku bisa memperbaikinya..dan aku tidak terus kebingungan..”
“oppa..orang-orang yang aku harap bisa terus disampingku, bahkan mereka pernah berjanji padaku akan terus menghubungiku dan tidak akan melupakanku,kenapa..kenapa aku ..sekarang bahkan tidak tahu sedikitpun soal mereka?”
“oppa..apa aku bukan teman bagi mereka ? kenapa selama ini, orang yang aku anggap teman, seolah tidak pernah menganggapku sebagai teman juga? Apa aku salah mengukur batasan pertemanan mereka? Atau batasan pertemananku terlalu rendah untuk mereka sehingga mereka tidak melihatnya ?”
“oppa..” suara yura masih terdengar pelan dan parau, tapi airmatanya kini berhenti mengalir, hanya menyisakan bekas alirannya di kedua pipi yura.
“oppa..apa kau tidak mau mengatakan apapun padaku?”
“oppa..aku berharap oppa bisa mendukungku saat ini..menenangkanku..”
“oppa..aku benar-benar terkadang merasa aku sudah gila..tidak ada siapapun di sekitarku,oppa..tidak ada yang bisa aku mintai tolong saat aku merasa aku tidak bisa menolong diriku sendiri lagi..”
“oppa..tolong aku..tolong ikut berdoa denganku supaya Tuhan mengeluarkanku dari lubang ini..”
“oppa..tolong bantu aku dan bersama-sama meminta pada-Nya.. bagaimanapun berdua jauh lebih baik dari sendiri kan oppa?”
“oppa..kenapa kau diam saja oppa?”
“oppa..apa bahkan saat ini oppa pun tidak mau membantuku? Apa oppa juga mau menjauhiku seperti yang lain?”
“oppa..oppa benar-benar tidak mau bicara denganku ?”
“mianhaeyo oppa..mianhae..apa sekarang kau sedang marah karena aku mengeluh seperti ini ?”
“oppa..” yura menghentikan kata-katanya, berusaha menangkap suara di seberang telepon. Dia menghembuskan nafasnya dengan berat.
“oppa..aku akan terus menunggu oppa.mianhae kalau ternyata oppa tidak ingin lagi mendengar suaraku, tapi oppa caraku satu-satunya untuk bisa mengeluarkan semua hal yang membuat kepalaku sakit belakangan ini. Aku tidak bisa bercerita dengan sembarang orang.Mianhae oppa, kalau itu terdengar seperti aku sedang memanfaatkanmu.”
“oppa..aku harap kau mendengar dan menerapkan ini baik-baik. Jika oppa merasa sedih atau datang masalah yang membuat kepala oppa pusing, tidak apa jika oppa mau membaginya denganku, asal oppa mau bicara padaku..bagaimanapun..berdua jauh lebih baik dari sendiri kan?”
“oppa..” Yura kembali menghembuskan nafasnya dengan berat..
“gomawo,oppa..aku lebih lega sekarang..gomawo oppa..jeongmal gomawoyo..”
“annyeonggi keseyo oppa..”
Call ended..
Yura menatap layar handphonenya lekat setelah menekan tombol end. Kembali dia menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Kini ia bisa merasakan, sebuah perasaan yang jauh lebih lapang dari perasaannya sebelum menelepon. Dia tersenyum, meski masih terlihat senyumannya menyisakan rasa sedih, tapi ia bisa tersenyum. Yura kini menggumam, berbicara pada dirinya sendiri.
“calling to the sky ? lagi?” Yura tersenyum misterius, “setidaknya aku lega sekarang..pabo.jeongmal pabo gateun..mianhae, Tuhan.. ini cara untuk mengurangi sakit kepalaku..oppa, oppa, haaahh..aku benar-benar berharap guardian oppaku datang secepatnya dan jauh lebih baik dalam kenyataannya. Jadi aku tidak perlu menghubungi mesin operator handphone, dan berpura-pura bicara dengan oppa..” –(Inspired by my sulking time..haha, u sad at one time, but sometimes you can laugh out loud when you remembered how funny you are when u sad. have u ever feel that way?)–

(A/N : Kekeke autis. Itukah karakter Ahn Yu Ra kali ini ? Live in her own world, ataukah ?? trying to solving her problem with her own ‘weird’ way ?. Huah (stretching tangan) hope some people passing by and read my story and..mm..and..huh?.. and what? Yeah.. comment or request a story from me? Haha. I just wanna write..write..write..now..i just wanna write..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s