[Review Buku] Perahu Kertas – Dee Lestari


Judul Buku                          : Perahu Kertas

Pengarang                          : Dee/ Dewi Lestari

Penerbit                              : Bentang Pustaka, Truedee Pustaka Sejati

Tebal Halaman                  : 444 halaman

Tahun terbit                       :2009

Suka dengan cerita romance ? Suka baca komik sejenis shoujo manga yang bikin hati flutter-flutter atau bikin squealing kyaa…kyaaaa. Buku ini recommended deh kalau begitu.

Berputar di cerita cinta seorang Keenan dan Kugy. Keenan, seorang yang kembali dari Amsterdam, Belanda ke Indonesia untuk meneruskan kuliahnya disini mengikuti keinginan ayahnya. Dia salah satu dari ‘mahasiswa salah masuk jurusan’, keahlian dan hobinya melukis tapi karena ayahnya yang tidak suka dengan hobinya yang diwariskan dari ibunya itu, dia gak diperbolehkan untuk meneruskan cita-cita melukisnya. Tapi siapa sih yang bias melawan takdir, ayahnya ngirim dia ke Universitas sesuai kehendaknya justru mempertemukan Keenan sama Kugy, cewek unik yang gak peduli sama penampilan tapi punya spirit kuat untuk cita-citanya.

Keenan belajar satu hal dari Kugy yaitu soal gimana kita bisa mencapai cita-cita kita walaupun mungkin cara yang dilalui harus lewat jalan memutar. Misalnya kugy, yang punya impian dan hobi untuk membuat dongeng anak-anak karena imaginasinya yang luar biasa luas gak keberatan kalau harus memulai cita-citanya dengan jalan menulis cerpen, sebuah jalan memutar supaya dia bisa menerbitkan karya dongengnya setelah dia terkenal. Well, genre dongeng bukan genre terkenal kan ? atau setidaknya genre dongeng, tidak seterkenal genre cerpen yang bertemakan romance dan banyak peminatnya ?

Nah, dari pertemuan itu mulailah tumbuh rasa kagum satu sama lain. Mulai deh ketemu dengan pihak-pihak ketiga yang menghalangi mereka untuk bisa saling terbuka satu sama lain soal perasaannya. Tapi yang paling parah adalah diri mereka sendiri yang memilih untuk menutupi dan menyembunyikan rasa ‘kagum lebih dari sekedar kagum’ yang dimiliki mereka untuk satu sama lain.

Latar Belakang cerita di awal adalah Amsterdam, tapi kemudian lebih banyak berkutat di Bandung, Jakarta, Ubud, dan Yogyakarta. Gaya bahasanya ringan dan mudah dimengerti, gak ‘seberat’ filosopi kopi jadi cocok-cocok aja kayaknya buat bacaan ringan.

Gaya tutur ceritanya model-model shoujo manga yang romancenya sweet tapi gak vulgar. Haha.. iya lah selevel shoujo manga bukan yang laen-laen. Bikin squealing di beberapa part akhir. Kagum dengan ‘keunikan’/ ‘kealienan’ dari seorang Kugy, yang percaya soal cerita Neptunus dan dirinya dan bikin dia percaya kalau dia menghanyutkan perahu kertas di saluran air manapun (kalo gak bisa menemukan laut/ sungai) maka surat itu bakal dibaca dewa Neptunus. Itu mungkin ngejelasin kenapa buku ini diberi title Perahu Kertas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s